Selasa, 06 Desember 2016

fans or follower

Judul   :Fans or followers
Teks     : Lukas  14: 25-33
Pendahuluan
Pernahkah kita mengagumi seseorang? Tentunya kita pernah. Seorang anak kecil saja jika ditanya dia akan menjawab aku ngefans sama artis ini atau aku ngefans sama siapa dan sebagainya. Seberapa banyak kita disini yang memiliki akun sosial media lebih dari satu. Tentunya kita tidak asing dengan dua kata ini.
Baca di slide: FANS Orang yang menggemari sesuatu:
ü  Barang
ü  Orang
ü  Kesenian
ü  Permainan, dll
FOLLOWERS Proses atau cara yang dilakukan oleh seseorang dengan turut mengambil bagian atau mengikutsertakan dirinya dalam proses tersebut.
Menjadi murid berarti orang yang belajar ( a learner) dari gurunya, meniru gurunya, tidak hanya belajar teori tapi juga belajar untuk melakukan apa yang dipelajarinya dari gurunya. Menjadi murid berarti menjadi pembelajar dan melakukan ajaran gurunya. Mat 10 ikut seseorang…akan sama dengan orang itu,murid tidak akan melebihi gurunya.
Menjadi murid Yesus adalah tugas utama dari Amanat Agung Mat 28: 19-20…jadikanlah segala bangsa murid-Ku, dan ajarlah mereka untuk melakukan segala sesuatu yg telah kuajarkan kepadamu. YANG MENJADI PERTANYAANNYA BAGI KITA ? MAU JADI MURID SEPERTI APAKAH AKU?  MAU JADI MURIT YANG HANYA IKUT-IKUTAN ATAU MAU JADI MURID YANG SEJATI. Penting untuk diketahui bahwa keselamatan dan menjadi murid adalah hal yang sama, tidak bisa dipisahkan. Orang Kristen yang sejati pasti adalah murid Yesus yang sejati. Masalahnya bisa saja seorang itu sudah dibaptis, mejadi anggota gereja, datang setiap minggu dan orang itu dipanggil “orang Kristen, tapi belum tentu orang itu sudah menjadi murid Yesus yang sesuai dengan syarat yang Yesus tetapkan dalam bacaan Lukas 14 : 25-33 ini. TERKADANG UNTUK MENJADI MURIT SEJATI KITA SERINGKALI BERPATOKAN DENGAN KRITERIA ATAU SYARAT UNTUK MENJADI MURIT SEJATI.

Dalam bacaan FT ini kita akan melihat apa saja syarat mutlak yang Tuhan Yesus tetapkan bahwa seseorang itu boleh dijuluki sebagai murid Yesus. Pada ayat 25 kita baca…banyak orang berduyun-berduyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya…(dalam Lukas 12 : 1 Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah bekerumun, sehingga mereka berdesak-desakan). Dari beribu-ribu orang yang mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya menuju Yerusalem, Yesus tahu apa yang ada dalam pikaran mereka, siapa yang benar-benar mau mengikuti Yesus (follower) dan siapa yang ikut-ikutan (fans). Yesus tidak mencari kerumunan orang yang tidak jelas motivasi dan komitmentnya tapi Yesus mencari murid-murid yang sungguh-sungguh mengikuti Dia. Maka Yesus sambil berpaling (berbalik tubuhnya) dan berkata kepada mereka : “Jikalau seorang datang kepadaKu dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, dan anak-anaknya, saudaranya-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadii murid-Ku. (ay.26).

Proposisi         
:SEBAGAI SEORANG HAMBA TUHAN KITA HARUS PASTIKAN BAHWA KITA ADALAH FOLLOWERS YESUS YANG SEJATI BUKAN FANS OF CHRIST (HARUS DI UCAPKAN TIGA KALI DENGAN CARA YANG BERBEDA)
Kalimat tanya    :APA SAJA SYARAT MUTLAK MENJADI FOLLOWERS  YESUS YANG SEJATI?

1.
Dari ay. 26 ini kita lihat syarat yang pertama untuk menjadi murid Yesus adalah mengasihi Yesus lebih utama dari pada ikatan hubungan keluarga dan bahkan nyawa sendiri. Kasih kepada Yesus harus nomor satu dari apapun juga. Ikatan hubungan keluarga ini mulai dari bapa dan ibu kandung, kemudian istri( apalagi pacar atau teman), terus anak-anaknya, bahkan saudara-saudaranya laki-laki /perempuan, bahkan sampai nyawanya sendiri harus dinomor sekiankan dibandingkan kasih kepada Yesus. Kata membenci (MISEO=HATE) disini tidak boleh diartikan Yesus mengajarkan kebencian kepada keluarga, jelas sekai Yesus mengajarkan kita harus menghormati ortu kita (perintah ke-5 Kel 20, Mat 15:4)), tapi kata ini adalah gaya bahasa Ibrani(Timur) yang dimaksudkan untuk ungkapan membandingkan, preferensi, bisa diartikan love less l ihat Mat 10:34-39) lihat ay.37…mengasihi bapa atau ibunya lebih dar ipada-ku (mengasihi …lebih daripada-Ku), jadi bukan kebencian yang agresif kepada anggota keluarga tapi adalah soal prioritas, perbandingan kepada siapa kita lebih loyal? Kepada Tuhan Maha Kuasa, Pencipta langit bumi yang adalah sumber keselamatan kita yang telah mati disalibkan demi dosa-dosa kita? atau ikatan hubungan keluarga di bumi atau nyawa sendiri yang sementara? Siapkah kita kalau keluarga kita menentang Yesus dan melarang kita untuk ikut Yesus?Siapkah kita kalau karena mengikut Yesus nyawa kita terancam oleh orang-orang yg benci kepada Yesus? Kalau kita tidak siap, tidak komitmen walaupun sampai resiko kehilangan nyawa sekalipun ( baca: Luk 9: 23, 17:33, 1 Yoh 3 16) berarti kita tidak bisa memenuhi syarat menjadi murid Yesus…Yesus sendiri berkata …ia tidak dapat menjadi murid-Ku (ay.26).

2. Syarat yang kedua adalah rela menderita dan terus menerus mengikuti Yesus (ay.27)
Orang-orang yang berduyun-duyun mengikuti Yesus itu mungkin berharap Yesus harusnya berkata : “ Jikalau seorang datang kepada-Ku dan menjadi murid-Ku dia akan mendapatkan kekayaan, kehormatan, dan berkat yang berkelimpahan; dia akan kujadikan orang hebat”. Tapi Yesus mengucapkan undangan Injil yang asli yaitu : “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan menjadi murid-Ku ia harus memikul salibnya dan terus-menerus ikut Aku dalam keadaan apapun”. Apakah maksud dari memikul salibnya (Yun, Ing: salibnya sendiri,pribadi) Apakah salib itu? Salib pada zaman Tuhan Yesus pada abad pertama bukan seperti yang kita lihat sekarang ini, sebagai asesoris yg manis dikalungkan dileher, atau symbol gedung gereja. Salib (Yun: Stauro, Ing: Cross
= kayu kasar untuk menghukum mati para penjahat di bawah pemerintahan Romawi), pada zaman Tuhan Yesus salib dikenal sebagai alat dari kayu kasar untuk menghukum mati para penjahat di bawah pemerintahan Romawi. Penjahat yang dihukum dengan alat kayu palang itu harus memikul salibnya sendiri sampai tempat penyaliban, diikat pada tangan pergelangan tangan dan kakinya, kemudian dipaku pada tangan dan kakinya,dan dibiarkan mati perlahan-lahan. Jadi pada saat Yesus mengatakan “pikullah salib”, kepada orang-orang yg mengikuti-Nya, mereka memiliki gambaran seperti ini, gambaran penderitaan salib yg mengerikan dan mematikan.
Dalam Lukas 9 :22-26 (baca) Yesus lebih terperinci mengatakan inti dari hal menjadi pengikut Yesus dalam ay. 27 yaitu menyangkal diri, memikul salibnya sendiri setiap hari, (tidak hanya datang beribadah 2 jam seminggu di ibadah kamis, doa capel, doa pagi, tapi dari senin sampai sabtu memikul apa?, Harusnya sebagai murid Yesus yg sejati 24
jam sehari, 7 hari seminggu memiliki hubungan dalam melayani Kristus (terus menerus ikut Yesus) ketika bekerja,belajar, beraktivitas diluar berea, apapun yg kamu lakukan, lakukanlah seperti untuk Tuhan, jika engkau makan atau minum lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Tuhan). Memikul salib disini bukanlah hal menghadapi masalah-masalah sehari-sehari (Tidak cocok dgn teman sekamar; menganggap itu sebagai memikul salib, tidak bisa bayar uang sekolah: menganggap itu sebagai memikul salib dll). Perhatikan saudara-saudara “memikul salib” adalah inti dari Injil yang diajarkan Yesus, dalam bahasanya Paulus “memikul salib” adalah : “Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yg hidup, melainkan Kristus yg hidup di dalam aku” (Gal 2: 19-20). Jadi secara rohani Salib Kristus merupakan lambang penderitaan (1 Petrus 2:21; 4:13), kematian (Kisah Para Rasul 10:39), kehinaan (Ibrani 12:2), cemoohan (Matius 27:39), serta penyangkalan diri (Matius 16:24), Yesus rela mengalami semuanya itu, disalibkan, mati, dikuburkan, dan bangkit untuk menebus dosa-dosa kita, maka setiap orang yang memikul salibnya sendiri karena Yesus pastilah akan mengalami hal yang sama seperti Sang Guru, Yesus Kristus, itulah ciri murid Kristus yg sejati, sama seperti gurunya. (Each follower has a cross which he must bear as Jesus did his. [Bastaz)

3. Komitment memberikan seluruh hidupnya kepada Kristus lebih dari apapun sampai akhir. (ay. 28, 33)
Menjadi murid Yesus
, yang pertama di dalam (ay.28), diumpamakan seperti seorang yg mau mendirikan sebuah menara tidakkah duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu…kalimat duduk dalam Bagian ini penulis mengartikannya dengan mempertimbangkan secara matang terlebih dahulu sebelum memutuskan mengikuti Yesus, tidak hanya sekedar emosi sesaat, coba-coba, ikut-ikutan, karena ongkos (ah ikut Yesus ajalah dengan masuk ke Berea, toh aku tetap sekolah tinggi kan biayanya lebih murah disbanding sekolah-sekolah lain)  menjadi murid Yesus bisa saja hubungan keluarga terputus, pekerjaan hilang, kerugian materi, harus meninggalkan dosa-dosa, bahkan kehilangan nyawa. (benih di tanah yang berbatu, tidak dalam berarakar, sesaat saja tumbuh ketika ada tantangan langsung mati.
Yang kedua (ay.33) menjadi murid Yesus diumpamakan seperti raja yg mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu… (mempertimbangkan secara matang lebih dahulu, tidak hanya emosi tapi juga dengan pikiran yg matang dan sepenuh hati). Dua perumpamaan ini maksudnya sama pada ay.33 “Demikian pulalah tiap-tiap orang diantara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak mendapat menjadi murid-Nya. (Contoh Paulus Fil 3: 7-8). Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.
 Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus,
Beberapa kali Yesus bertemu dengan orang-orang yg mau mengikut Yesus tapi setengah hati, tidak rela berkomitmen memberikan seluruh hidupnya kepada Yesus, hati mereka belum bisa mengucapkan selamat tinggal kepada miliknya, apakah itu keluarga, (Luk 9: 59-61), dan harta (Mat 19: 21-22).
Akibat dari tidak dapat memenuhi syarat yg ditetapkan Yesus untuk menjadi murid-Nya, tidak hanya tidak bisa menjadi murid-Nya yg sejati tapi juga digambarkan seperti garam yg kehilangan asinnya, menjadi tawar, tidak ada lagi gunanya menurut fungsinya, akhirnya dibuang orang. Orang –orang Kristen yg kompromi dengan selera dunia ini akan kehilangan penagaruh asinnya bagi dunia yg sedang membusuk, gagal menjadi murid Yesus yg sepnuh hati, akhirnya tidak berguna bagi Kerajaan Allah,Injil, dan gereja, dan ini berbahaya karena keselamatan hidup yg kekal dan menjadi murid Yesus yg sejati adalah satu kesatuan sebagai bukti iman yg menyelamatkan,

Penutup: Sudahkah kita menjadi murid Yesus yang sejati? Mau belajar untuk mengikuti ajaran-Nya? Melakukan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya? Mengalami seperti yang dialami-Nya? Sudahkah kita memenuhi 3 syarat menjadi murid Yesus : 1.Mengasihi Yesus nomor satu lebih dari apapun juga,2.Rela menderita dan terus menerus mengikuti Yesus? 3. Komitmen memberikan seluruh hidupmu kepada Kristus sampai akhir?
Apakah Anda saat ini hanya sebagai Fans atau sudah menjadi Follower Kristus? Dalam hati kita mungkin bergumul  ingin menjadi follower Kristus tetapi ada tantangan yang kita hadapi. Yesus jelas ingin kita menjadi seorang follower lebih dari hanya sekedar seorang Fans, Dia  ingin kita menjadi orang yang mau merespon dan menaati perintah-Nya.
Yesus berjanji untuk menyertai dan memberkati kita yang sungguh-sungguh mau mengikuti-Nya seperti ucapan-Nya kepada para pengikut-Nya 2000 tahun lalu: "Aku menyertai kamu sampai pada kesudahan zaman." Mari kita responi perintah Tuhan itu karena ada sukacita dan berkat yang real menjadi Follower Kristus.

1. Kita menjadi Fans ketika kita memutuskan hanya untuk percaya pada Yesus namun tidak membuat komitmen untuk mengikuti-Nya.

2. Mengikuti Yesus bukanlah sesuatu yang dapat Anda lakukan di malam hari ketika tidak ada yang memperhatikan.

3. Ketika ada sebuah pesan yang menantang, apakah Anda melihatnya lebih sebagai suatu gangguan terhadap hidup Anda? Atau kesempatan untuk lebih menjadi seperti Yesus?

4. Apakah Anda memiliki beberapa bentuk Kafetaria Kristen, di mana Anda nyaman dengan segala sesuatu dan tidak akan ada gangguan dalam cara saya menjalani hidup? Misalnya, Anda bisa mengambil dan memilih apa pesan yang ingin Anda ikuti dan yang tidak karena tidak sesuai dengan gaya hidup Anda?

6. Mengikut Yesus  tidak nyaman dan tidak mudah - Fans pulang di tengah hujan - Follower bertahan dan bahkan terus berjalan walaupun hujan.

7. Follower menempatkan prioritas melayani Yesus di atas segalanya - Fans membiarkan hal-hal lain sebagai prioritas ketimbang melayani Yesus.

8. Fans kadang-kadang akan mendukung ke pribadi yang lain - Follower terus bertahan, yang lain tidak  penting lagi.

9. Sementara "penggemar" Yesus hanya ingin berada di fan club asalkan Yesus melakukan sesuatu yang spektakuler, seorang follower terus takjub dan terpesona pada semua karya Yesus - bahkan di saat-saat tenang dan hanya dilihat oleh sedikit orang - Follower akan tetap mengikuti Tuhan Yesus Yesus dengan cara yang sama.

 10. Follower berkomitmen. Fans dapat berubah-ubah.

11. Follower percaya pada pemimpin mereka. Fans percaya pada pemimpin mereka hanya ketika menguntungkan mereka.

12. Fans menempatkan Tuhan di belakang daftar prioritas mereka. Untuk urutan prioritasnya adalah: Saya pertama, baru Tuhan. Follower berusaha untuk menjadikan Allah yang terutama.

13. Follower bertanya "Apa yang telah saya lakukan untuk Anda?" belakangan ini. Fans bertanya "Apa yang telah Anda lakukan untuk saya akhir-akhir ini?"

14. Follower dituntut untuk memikul Salib setiap hari, tetapi Fan jarang setia karena sangat tidak menyenangkan untuk mati bagi diri sendiri setiap hari.

15. Fans cenderung ingin pengalaman puncak gunung, tetapi ketika berada di lembah, para Fans melarikan diri.

16. Follower men-sharingkan Kristus secara terbuka, Fans merayakan-Nya secara privat alias tersembunyi.

17. Follower mengasihi satu sama lain. Follower mengasihi musuh-musuh mereka. Fans mengambil dan memilih siapa yang akan  mereka kasihi.

18. "Fans tidak keberatan Yesus membuat beberapa perubahan kecil dalam hidup mereka, tetapi Yesus ingin mengubah hidup kita secara radikal."  "Fans tidak keberatan Dia melakukan sedikit sentuhan, tetapi Yesus menginginkan renovasi menyeluruh." - Pendeta Kyle Idleman.

19. "Banyak orang saat ini menyebut diri mereka Kristen, mereka ingin hal itu menjadi identitas mereka," kata Idleman. "Tapi ketika Anda menyebut diri Anda orang Kristen maka Anda adalah pengikut Kristus dan banyak dari kita yang mengikuti Kristus cukup dekat hanya ingin mendapatkan manfaat dari hubungan tetapi tidak begitu dekat sekali karena membutuhkan suatu komitmen atau pengorbanan." - Pendeta Kyle Idleman.

20. Follower bertahan dalam jangka waktu yang panjang. Fans bertahan untuk jangka waktu yang  pendek.


Altar call: Kuberikan hatiku dan jiwaku…semuanya bagi-Mu


Tidak ada komentar:

Posting Komentar