Kamis, 10 November 2016

Pengorbanan vs memuliakan diri



Teks                 : Ester 5:1-14
Judul               : Pengorbanan vs Memuliakan Diri
Pendahuluan   :                                                               
Memberikan perbandingan mengenai kasih dan kesombongan.
Proposisi : sebagai orang Percaya, setiap pengorbanan kita harus dilaksanakan dengan kasih
Kalimat tanya: mengapa kita harus berkorban dengan kasih?
Kalimat peralihan: ada beberapa bagian penting yang akan kita pelajari bersama

Bagut:
1.      1. Bertindaklah dengan kasih
Tindakan orang akan memperlihatkan isi hatinya. Ester yang rela menanggung risiko kehilangan nyawa, kemudian mendapat perkenan Raja Ahasyweros. Lalu Ester mengundang Raja Ahasyweros dan Haman ke perjamuan yang dia adakaN. Namun Ester tidak segera mengajukan permohonannya, walau raja berjanji akan memenuhi permintaan Ester, apa pun itu. Mungkin Ester melihat bahwa saat itu bukan waktu yang tepat. Atau mungkin juga Ester sedang ingin membuat raja merasa nyaman dulu dan tidak merasa dipaksa. Sebab itu, Ester harus punya alasan tepat untuk menunda pengajuan permintaannya pada raja. Bila tidak, penundaan ini dapat saja mengakibatkan perasaan raja berubah, atau Haman mungkin saja bisa menengarai maksud Ester. Sampai saat itu Haman memang belum "mencium" hubungan antara Ester dan Mordekhai. Maka Ester mengundang raja dan Haman untuk kembali datang ke perjamuan pada hari berikut.
Berbeda dengan Ester yang bertindak karena kasih, Haman bertindak karena terlalu dikuasai nafsu. Kesuksesan yang telah dia raih, sesungguhnya telah membuat ia dapat memiliki segala sesuatu. Akan tetapi, penghargaan yang telah dianugerahkan raja kepada Haman terasa belum cukup bila Mordekhai belum menghormati dirinya. Hal itu membuat hatinya gelap. Sukacita atas anugerah raja lenyap bila melihat Mordekhai tidak mau bersujud dihadapannya. Tak heran bila ia bergembira ketika mendengar masukan dari istri dan sahabat-sahabatnya. Mereka menyuruh Haman untuk menggantung Mordekhai.
Hati yang dipenuhi dengan nafsu untuk memuliakan diri akan melahirkan kebencian yang tak masuk akal dan bersifat destruktif. Hasilnya: mengorbankan orang lain demi memenuhi hasrat diri. Sementara hati yang dipenuhi dengan kasih kepada sesama, menghasilkan tindakan yang rela mengorbankan diri demi hidup orang lain. Jenis hati yang bagaimana yang Anda miliki? Pada saat negara mengalami masa kritis, kita sering mendengar suatu pernyataan: "Perkembangan politik berubah setiap satu detik". Nuansa inilah yang melatarbelakangi kisah Ester yang dimulai dengan penegasan: "Pada hari yang ketiga". Inilah hari penentuan, siapa yang akan memenangkan peperangan, Ester yang menyelubungi dirinya, atau Haman dengan rencana terselubungnya.
Ester telah mempersiapkan suatu strategi yang cermat dan penuh risiko, yang bukan sekadar mempertaruhkan nyawanya sendiri tetapi juga nyawa semua orang sebangsanya. Ia menggunakan dan memaksimalkan kesempatan sekecil apa pun, berdandan secantik mungkin, dan tidak gegabah menyampaikan maksudnya (1,4,7-8). Namun di balik semuanya itu ada sesuatu yang terjadi, yang hanya dimungkinkan karena adanya tangan Tuhan yang bekerja serta memberikan kasih karunia. Ester melanggar peraturan dan seharusnya menerima hukuman mati, namun sebaliknya ia justru mendapat perkenan raja.

2.     2. Sadarlah bahwa Tuhan ada dibalik semuanya untuk menolong kita
Pada hari itu juga berkumpullah dalam satu pesta ketiga orang paling penting yang menentukan nasib banyak orang dalam kerajaan Persia: Ahasyweros, Ester, dan Haman. Haman dalam kesombongannya meninggikan dirinya sendiri sementara ia tidak menyadari perubahan yang terjadi. Ia bersama istri dan sahabat-sahabatnya merancangkan hal yang jahat bagi Mordekhai, namun ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang masuk dalam perangkap yang dibuatnya sendiri. Tuhan tidak tinggal diam, Ia mengatur perubahan, Ia Raja di atas segala raja yang memberikan kasih karunia kepada Ester  umat kepunyaan-Nya dan jerat bagi Haman  musuh-Nya yang meninggikan diri.
Di tengah kecamuk politik Indonesia yang terus berubah, kita perlu mendukung orang Kristen yang duduk di pemerintahan agar berani menghadapi risiko serta melangkah dengan iman kepada Tuhan yang membuat perubahan. Kiranya mereka bersikap bijaksana, membuat strategi yang cermat dan tepat demi terwujudnya tujuan yang mulia.

Kesimpulan
Perubahan-perubahan apakah yang sedang terjadi dalam diri Anda? Apa yang menyebabkan perubahan itu, kasih karunia Tuhan atau kesalahan yang menjerat dan menumpulkan kepekaan Anda?datanglah pada Tuhan, dan temukan jawaban atas perubahan yang terjadi!
Raja dengan ramah menerima Ester dan Ester sebagai balasan mengundang raja dan Haman untuk menghadiri sebuah perjamuan pribadi. Pada saat perjamuan raja berjanji untuk memberikan apa saja yang diminta oleh Ester; dan Ester meminta agar mereka berdua berkenan untuk hadir di dalam perjamuan pribadi yang kedua keesokan harinya. Haman sangat senang dengan undangan istimewa tersebut namun masih jengkel dengan penolakan Mordekhai untuk berlutut di hadapan dirinya. Istri dan para sahabat Haman mengusulkan agar Haman memohon izin dari raja untuk menggantung Mordekhai pada tiang yang telah disiapkan olehnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar