Teks : Ester 5:1-14
Judul : Pengorbanan vs Memuliakan
Diri
Pendahuluan :
Memberikan
perbandingan mengenai kasih dan kesombongan.
Proposisi : sebagai orang
Percaya, setiap pengorbanan kita harus dilaksanakan dengan kasih
Kalimat tanya: mengapa kita
harus berkorban dengan kasih?
Kalimat peralihan: ada beberapa
bagian penting yang akan kita pelajari bersama
Bagut:
1. 1. Bertindaklah dengan kasih
Tindakan
orang akan memperlihatkan isi hatinya. Ester yang rela menanggung risiko
kehilangan nyawa, kemudian mendapat perkenan Raja Ahasyweros. Lalu Ester
mengundang Raja Ahasyweros dan Haman ke perjamuan yang dia adakaN. Namun Ester
tidak segera mengajukan permohonannya, walau raja berjanji akan memenuhi
permintaan Ester, apa pun itu. Mungkin Ester melihat bahwa saat itu bukan waktu
yang tepat. Atau mungkin juga Ester sedang ingin membuat raja merasa nyaman
dulu dan tidak merasa dipaksa. Sebab itu, Ester harus punya alasan tepat untuk
menunda pengajuan permintaannya pada raja. Bila tidak, penundaan ini dapat saja
mengakibatkan perasaan raja berubah, atau Haman mungkin saja bisa menengarai maksud
Ester. Sampai saat itu Haman memang belum "mencium" hubungan antara
Ester dan Mordekhai. Maka Ester mengundang raja dan Haman untuk kembali datang
ke perjamuan pada hari berikut.
Berbeda
dengan Ester yang bertindak karena kasih, Haman bertindak karena terlalu
dikuasai nafsu. Kesuksesan yang telah dia raih, sesungguhnya telah membuat ia
dapat memiliki segala sesuatu. Akan tetapi, penghargaan yang telah
dianugerahkan raja kepada Haman terasa belum cukup bila Mordekhai belum
menghormati dirinya. Hal itu membuat hatinya gelap. Sukacita atas anugerah raja
lenyap bila melihat Mordekhai tidak mau bersujud dihadapannya. Tak heran bila
ia bergembira ketika mendengar masukan dari istri dan sahabat-sahabatnya.
Mereka menyuruh Haman untuk menggantung Mordekhai.
Hati yang
dipenuhi dengan nafsu untuk memuliakan diri akan melahirkan kebencian yang tak
masuk akal dan bersifat destruktif. Hasilnya: mengorbankan orang lain demi
memenuhi hasrat diri. Sementara hati yang dipenuhi dengan kasih kepada sesama,
menghasilkan tindakan yang rela mengorbankan diri demi hidup orang lain. Jenis
hati yang bagaimana yang Anda miliki? Pada saat negara mengalami masa kritis,
kita sering mendengar suatu pernyataan: "Perkembangan politik berubah
setiap satu detik". Nuansa inilah yang melatarbelakangi kisah Ester yang
dimulai dengan penegasan: "Pada hari yang ketiga". Inilah hari
penentuan, siapa yang akan memenangkan peperangan, Ester yang menyelubungi
dirinya, atau Haman dengan rencana terselubungnya.
Ester telah mempersiapkan suatu
strategi yang cermat dan penuh risiko, yang bukan sekadar mempertaruhkan
nyawanya sendiri tetapi juga nyawa semua orang sebangsanya. Ia menggunakan dan
memaksimalkan kesempatan sekecil apa pun, berdandan secantik mungkin, dan tidak
gegabah menyampaikan maksudnya (1,4,7-8). Namun di balik semuanya itu ada
sesuatu yang terjadi, yang hanya dimungkinkan karena adanya tangan Tuhan yang
bekerja serta memberikan kasih karunia. Ester melanggar peraturan dan
seharusnya menerima hukuman mati, namun sebaliknya ia justru mendapat perkenan raja.
2. 2. Sadarlah bahwa Tuhan ada dibalik semuanya
untuk menolong kita
Pada hari itu juga berkumpullah
dalam satu pesta ketiga orang paling penting yang menentukan nasib banyak orang
dalam kerajaan Persia: Ahasyweros, Ester, dan Haman. Haman dalam kesombongannya
meninggikan dirinya sendiri sementara ia tidak menyadari perubahan yang
terjadi. Ia bersama istri dan sahabat-sahabatnya merancangkan hal yang jahat bagi
Mordekhai, namun ia tidak menyadari bahwa dirinya sedang masuk dalam perangkap
yang dibuatnya sendiri. Tuhan tidak tinggal diam, Ia mengatur perubahan, Ia
Raja di atas segala raja yang memberikan kasih karunia kepada Ester umat
kepunyaan-Nya dan jerat bagi Haman musuh-Nya yang meninggikan diri.
Di tengah
kecamuk politik Indonesia yang terus berubah, kita perlu mendukung orang
Kristen yang duduk di pemerintahan agar berani menghadapi risiko serta
melangkah dengan iman kepada Tuhan yang membuat perubahan. Kiranya mereka
bersikap bijaksana, membuat strategi yang cermat dan tepat demi terwujudnya
tujuan yang mulia.
Kesimpulan
Perubahan-perubahan apakah yang
sedang terjadi dalam diri Anda? Apa yang menyebabkan perubahan itu, kasih
karunia Tuhan atau kesalahan yang menjerat dan menumpulkan kepekaan Anda?datanglah
pada Tuhan, dan temukan jawaban atas perubahan yang terjadi!
Raja dengan ramah menerima
Ester dan Ester sebagai balasan mengundang raja dan Haman untuk menghadiri
sebuah perjamuan pribadi. Pada saat perjamuan raja berjanji untuk memberikan apa
saja yang diminta oleh Ester; dan Ester meminta agar mereka berdua berkenan
untuk hadir di dalam perjamuan pribadi yang kedua keesokan harinya. Haman
sangat senang dengan undangan istimewa tersebut namun masih jengkel dengan
penolakan Mordekhai untuk berlutut di hadapan dirinya. Istri dan para sahabat
Haman mengusulkan agar Haman memohon izin dari raja untuk menggantung Mordekhai
pada tiang yang telah disiapkan olehnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar